Posts filed under 'Journal Perjalanan'
Ada teh gak yang!!!…ehm ehm
Setiap hari suami saya tdk bisa lepas dari yang namanya teh..Awal nikah dulu saya sempet aneh…setiap hari minta teh..kadang2 malah sehari bisa tiga kali,hehe weesss weesss ampyun kayak minum obat aja deh,hehe…soalnya saya sendiri dari dulu tidak pernah ada kebiasaan minum teh setiap harinya..apalagi sampe sehari 3 kali,gk janji deh,hehe..dulu awal2 kami menikah saya sering lupa buat teh..hehe terus kalo udah gitu suami saya bilang ”Ada teh gak yang” kalo udah suami bilang begitu saya langsung senyum malu…hehe “lupa sayangku”,ntar ya v buatin dulu,hehe….tapi sekarang saya juga jadi ikut2tan dengan hobby suami yang suka minum teh,hehe..loh kok hobbynya menular ya,hehe..jadi sebelum diminta pasti sudah dibuatkan…ternyata minum teh enak juga ya,hehe,jadi ketagihan juga nih..kita biasanya minum the hijau,katanya sih lebih banyak manfaatnya terus gulanya juga diganti dengan gula jagung biar lebih sehat aja…jadi pasti deh ada stook teh dirumah,kalo gak ada biasanya sampe dibela-belain langsung pergi kesupermaket..hehehe..
Add comment November 7th, 2008
Dengan Menyanyi Streeeess hilang….
saya paling suka mendengarkan lagu…lagu apa aja yang penting enak didenger…apalagi kalo saya sedang streesss lumayan Insyaallah bisa langsung hilang streessnya…memutar radio dengan sedikit agak keras..dan sayapun ikut bernyanyi…kadang gk peduli dengan lingkungan disekitar,hehe…karena suara rada2 sumbang,haha…sekalian itung2 melatih suara yaaaa siapa tau ada pencari bakat gitu,hahaha ngarep banget,hehe…yang penting strees jadi hilang…daripada memikirkan kepenatan hidup mending kita bernyanyi aja yuuukk…hehehe…kesannya banyak banget ya beban hidup ini…gk sih,hehehe..ya ngasih saran aja kalo yang lagi bosen bingung enaknya ngapain ya mending nyanyi deh…coba deh…hihi
Add comment November 7th, 2008
Enaknya tinggal dicondet
Setelah menikah kami mengontrak rumah untuk setahun…menjelang habis kontrakan,kami memutuskan untuk tidak melanjutkan mengontrak lagi..karena dipikir2 sayang juga uangnya khan bisa dipake untuk tambahan membangun rumah saja…alhamdulillah orangtua kami memiliki tanah didaerah condet…dan kami disuruh membangun disana..dengan menyatukan keinginan saya dan keinginan suami, .akhirnya kami membangun sebuah rumah yang kami namakan rumah munggil,hehehe..awalnya saya sempat berpikir apakah saya betah nantinya tinggal dicondet…apalagi kalo ditempat yang baru saya harus beradaptasi dulu,hehe..ternyata setelah hampir 2 tahun kami tinggal dicondet hmmm saya merasakan uenaknya tinggal dicondet,hehe… disini lingkungannya enak ..saya jadi betah tinggal dicondet,hehe..apalagi kebetulan mertua dicondet juga gak jauh rumahnya dari rumah kami…jadi kalo mo ke mertua bisa jalan kaki aja..enaknya disana kemana2 deket..deket sama mesjid..terus satu kali naik angkot nyampe carefour kramat jati..kePGC(pusat grosir cilitan) juga deket..pokoknya enak deh tinggal dicondet..mo kepasar deket..kesalon muslimah deket…ketempat senam deket…mo buah juga banyak yang jual..komplit deh pokoknya..namanya makanan wuiiiih jangan ditanya deh..macam2 boo,hehe..tinggal pilih aja mo yang mana…ada masakan betawi,masakan padang,masakan Palembang,masakan medan,masakan jawa..wah wah hampir smua propinsi ada deh disini,hehe..promosi banget ya,haha..yang pasti kami sangat bersyukur dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikanNya selama ini.. termasuk bisa tinggal dicondet…
2 comments November 5th, 2008
Tumbuhkanlah selalu cinta kasih antara suami dan istri
Berikut ini kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta.
Pertama, Saling memberi hadiah
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah bersabda:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling cinta mencintai.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk perhatian seorang suami kepada istrinya, atau istri kepada suaminya. Terlebih bagi istri, hadiah dari suami mempunyai nilai yang sangat mengesankan. Hadiah tidak harus mahal, tetapi sebagai simbol perhatian suami kepada istri.
Seorang suami yang ketika pulang membawa sekedar oleh-oleh kesukaan istrinya, tentu akan membuat sang istri senang dan merasa mendapat perhatian. Dan seorang suami, semestinya lebih mengerti apa yang lebih disenangi oleh istrinya. Oleh karena itu, para suami hendaklah menunjukkan perhatian kepada istri. Hal itu dapat diungkapkan dengan memberi hadiah meski sederhana.
Kedua, Mengkhususkan waktu untuk duduk bersama
Jangan sampai antara suami istri sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak ada waktu untuk duduk bersama. Ada pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh bin Baaz. Ada seorang pemuda tidak memperlakukan istri dengan baik. Yang menjadi penyebabnya, karena ia sibuk menghabiskan waktunya untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan studi dan lainnya, sehingga meninggalkan istri dan anak-anaknya dalam waktu lama. Masalah ini ditanyakan kepada Syaikh, apakah diperbolehkan sibuk menuntut ilmu dan sibuk beramal dengan resiko mengambil waktu yang seharusnya dikhususkan untuk isteri?
Beliau menjawab: tidak ragu lagi, bahwa wajib atas suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik berdasarkan firman Allah:
“Pergaulilah mereka dengan baik.” (QS. An Nisa’:19)
Juga sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kepada Abdullah bin ‘Amr bin Ash, yaitu manakala sahabat ini sibuk dengan shalat malam dan sibuk dengan puasa, sehingga lupa dan lalai terhadap istrinya, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:
“Puasalah dan berbukalah. Tidur dan bangunlah. Puasalah sebulan selama tiga hari, karena sesungguhnya kebaikan itu memiliki sepuluh kali lipat. Sesungguhnya engkau memiliki kewajiban atas dirimu. Dirimu sendiri memiliki hak dan engkau juga mempunyai kewajiban terhadap isterimu, juga kepada tamumu. Maka, berikanlah hak setiap orang yang memiliki hak.” (Muttafaqun ‘alaihi).
Banyak hadits yang menunjukkan adanya kewajiabn agar suami memperlakukan isteri dengan baik. Oleh karena itu, para suami hendaklah memperlakukan isteri dengan baik, berlemah lembut sesuai dengan kemampuan. Apabila memungkinkan untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah, maka lakukanlah di rumah, sehingga disamping dia mendapatkan ilmu dan menyelesaikan tugas, dia juga dapat membuat isteri dan anak-anaknya senang.
Kesimpulannya, adalah disyari’atkan atas suami mengkhususkan waktu-waktu tertentu, meluangkan waktu untuk isterinya, agar sang isteri merasa tentram, memperlakukan isterinya dengan baik; terlebih lagi apabila tidak –atau belum– memiliki anak.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluarganya. Dan saya adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.”
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga bersabda:
“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang tebaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian.” (HR. Tirmidzi)
Sebaliknya, seorang istri juga disyari’atkan untuk membantu suaminya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas studi ataupun tugas kantor. Hendaklah dia bersabar apabila suaminya memiliki kekurangan karena kesibukannya, sehingga kurang memberikan waktu yang cukup kepada isterinya. Berdasarkan firman Allah, hendaklah antara suami dan istri saling bekerjasama :
“Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan takwa.” (QS. Al Maidah :2)
Juga berdasarkan keumuman sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
“Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya.” (Muttafaqun ‘alaihi, diterjemahkan dari buku Fatawa Islamiyyah)
Nasihat Syaikh bin Baaz tersebut ditujukan kepada kedua belah pihak. Suami hendaklah benar-benar tidak sampai melalaikan. Istri pun demikian pula, untuk bisa bersabar dan memahami apabila suaminya sibuk bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Untuk para istri, bisa juga mengoreksi diri mereka. Mungkin diantara sebab suami tidak kerasan di rumah karena memiliki isteri yang sering marah, selalu bermuka masam dan ketus apabila berbicara.
Ketiga, Menampakkan wajah yang ceria
Di antara cara untuk mempererat cinta kasih, hendaklah menampakkan wajah yang ceria. Ungkapan dengan bahasa wajah mempunyai pengaruh yang besar dalam kegembiraan dan kesedihan seseorang. Seorang isteri akan senang jika suaminya berwajah ceria, tidak cemberut. Secara umum Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Sedikit pun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria.” (HR. Muslim)
Begitu pula sebaliknya, ketika suami datang, seorang isteri jangan sampai menunjukkan wajah cemberut atau marah. Meskipun demikian, hendaknya seorang suami juga bisa memahami kondisi isteri secara kejiwaan. Misalnya, isteri yang sedang haidh atau nifas, terkadang melakukan tindakan yang menjengkelkan. Maka seorang suami hendaklah bersabar.
Ada pertanyaan dari seorang isteri yang disampaikan kepada Syaikh bin Baaz, sebagai berikut:
Suami saya –semoga Allah memaafkan dia–, meskipun dia taat agama dan memiliki akhlak yang baik serta takut kepada Allah, tetapi dia tidak memiliki perhatian kepada saya sedikit pun. Jika di rumah, ia selalu berwajah cemberut, sempit dadanya dan terkadang dia mengatakan bahwa sayalah penyebab masalahnya. Tetapi Allah lah yang mengetahui bahwa saya –alhamdulillah– telah melaksanakan hak-haknya. Yakni menjalankan kewajiban saya sebagai isteri. Saya berusaha semaksimal mungkin dapat memberikan ketenangan kepada suami dan menjauhkan segala hal yang membuatnya tidak suka. Saya selalu sabar atas tindakan-tindakannya terhadap saya.
Setiap saya bertanya sesuatu kepadanya, dia selalu marah, dan dia mengatakan bahwa ucapan saya tidak bermanfaat dan kampungan. Padahal perlu diketahui, jika kepada teman-temannya, suami saya tersebut termasuk murah senyum. Sedangkan terhadap saya, ia tidak pernah tersenyum; yang ada hanyalah celaan dan perlakuan buruk. Hal ini menyakitkan dan saya merasa sering tersiksa dengan perbuatannya. Saya ragu-ragu dan beberapa kali berpikir untuk meninggalkan rumah.
Wahai Syaikh, apabila saya meninggalkan rumah dan mendidik sendiri anak-anak saya dan berusaha mencari pekerjaan untuk membiayai anak-anak saya sendiri, apakah saya berdosa? Ataukah saya harus tetap tinggal bersama suami dalam keadaan seperti ini, (yaitu) jarang berbicara dengan suami, (ia) tidak bekerja sama dan tidak merasakan problem saya ini?
Dijawab oleh Syaikh bin Baaz: “Tidak diragukan lagi, bahwa kewajiban atas suami isteri ialah bergaul dengan baik dan saling menampakkan wajah penuh dengan kecintaan. Dan hendaklah berakhlak dengan akhlak yang mulia, (yakni) dengan menampakkan wajah ceria, berdasarkan firman Allah:
“Pergaulilah mereka dengan baik.” (QS. An Nisa:19)
Juga dalam surat Al Baqarah ayat 228:
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isteri.” (QS. Al Baqarah :228)
Arti kelebihan disini, secara umum laki-laki lebih unggul daripada wanita. Tetapi nilai-nilai yang ada pada setiap individu di sisi Allah, tidak berarti laki-laki pasti derajatnya lebih tinggi. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
“Kebaikan itu adalah akhlak yang baik.” (HR. Muslim)
Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
“Sedikitpun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria.” (HR. Muslim)
Juga berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam:
“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian.” (HR. Tirmidzi)
Ini semua menunjukkan, bahwa motivasi berakhlak yang baik dan menampakkan wajah ceria pada saat bertemu serta bergaul dengan baik kepada kaum Muslimin, berlaku secara umum; terlebih lagi kepada suami atau isteri dan kerabat. Oleh karena itu, Anda telah berbuat baik dalam hal kesabaran dan ketabahan atas penderitaan Anda, yaitu menghadapi kekasaran dan keburukan suami Anda. Saya berwasiat kepada Anda untuk terus meningkatkan kesabaran dan tidak meninggalkan rumah di karenakan hal itu. Insya Allah akan mendatangkan kebaikan yang banyak. Dan akibat yang baik, insya Allah diberikan kepada orang-orang yang sabar. Banyak ayat yang menunjukkan, barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya balasan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa. Dan sesungguhnya Allah akan memberi ganjaran yang besar tanpa hisab kepada orang-orang yang sabar.
Tidak ada halangan dan rintangan untuk bercanda dan bergurau, serta mengajak bicara suami dengan ucapan-ucapan yang dapat melunakkan hatinya, dan yang dapat menyebabkan lapang dadanya dan menumbuhkan kesadaran akan hak-hakmu. Tinggalkanlah tuntutan-tuntutan kebutuhan dunia (yang tidak pokok) selama sang suami melaksanakan kewajiban dengan memberikan nafkah dari kebutuhan-kebutuhan pokok, sehingga ia menjadi lapang dada dan hatinya tenang. Engkau akan merasakan balasan yang baik, insya Allah.
Semoga Allah memberikan taufik kepada Anda untuk mendapatkan kebaikan dan memperbaiki keadaan suami Anda. Semoga Allah membimbingnya kepada kebaikan dan memperbaiki akhlaknya. Semoga Allah membimbingnya untuk dapat bermuka ceria dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada isterinya dengan baik. Sesungguhnya, Allah adalah sebaik-baik yang diminta, dan Dia adalah pemberi hidayah kepada jalan yang lurus. (Dinukil dari buku Fatawa Islamiyyah).
Keempat, Memberikan penghormatan
Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya, baik ketika hendak pergi keluar rumah ataupun ketika pulang. Penghormatan itu hendaklah dilakukan dengan mesra. Dalam beberapa hadits diriwayatkan, ketika hendak pergi shalat, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mencium isterinya tanpa berwudhu lagi dan langsung shalat. Ini menunjukkan, bahwa mencium isteri dapat mempererat hubungan antara suami isteri, meluluhkan kebekuan ataupun kekakuan antara suami isteri. Tentunya dengan melihat situasi, jangan dilakukan dihadapan anak-anak.
Perbuatan sebagian orang ketika seorang isteri menjemput suaminya yang datang dari luar kota atau dari luar negeri, ia mencium pipi kanan dan pipi kiri di tempat umum. Demikian ini tidak tepat. Memberikan penghormatan dengan hangat tidak mesti dengan mencium pasangannya. Misalnya, seorang suami dapat memanggil isterinya dengan baik, tidak menjelek-jelekkan keluarganya, tidak menegur isterinya di hadapan anak-anak mereka. Atau seorang isteri, bila melakukan penghormatan dengan menyambut kedatangan suaminya di depan pintu. Apabila suami hendak bepergian, isteri menyiapkan pakaian yang telah disetrika dan dimasukkannya ke dalam tas dengan rapi.
Suami hendaknya menghormati isterinya dengan mendengarkan ucapan isteri secara seksama. Sebab terkadang, ada sebagian suami, jika isterinya berbicara, ia justru sibuk dengan handphonenya mengirim sms atau sambl membaca koran. Dia tidak serius mendengarkan ucapan isterinya. Dan jika menanggapinya, hanya dengan kata-kata singkat. Jika isteri mengeluh, suami mengatakan “hal seperti ini saja dipikirkan!”
Meskipun sepele atau ringan, tetapi hendaklah suami menanggapinya dengan serius, karena bagi isteri mungkin merupakan masalah yang besar dan berat.
Kelima, Hendaklah memuji pasangannya
Di antara kebutuhan manusia adalah keinginan untuk dipuji –dalam batas yang wajar. Dalam masalah pujian ini, para ulama telah menjelaskan, bahwa pujian diperbolehkan atau bahkan dianjurkan dengan syarat-syarat: untuk memberikan motivasi, pujian itu diungkapkan dengan jujur dan tulus, dan pujian itu tidak menyebabkan orang yang dipuji menjadi sombong atau lupa diri.
Abu Bakar As Siddiq radhiallahu anhu pernah dipuji, dan dia berdoa kepada Allah: “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku dengan apa yang mereka ucapkan. Jangan jadikan dosa bagiku dengan pujian mereka, jangan timbulkan sifat sombong. Jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunilah aku atas perbuatan-perbuatan dosa yang mereka tidak ketahui.”
Seorang isteri senang pujian dari suaminya, khususnya dihadapan orang lain, seperti keluarga suami atau isteri. Dia tidak suka jika suami menyebutkan aibnya, khususnya dihadapan orang lain. Jika masakan isteri kurang sedap, misalnya, jangan dicela.
Keenam, Bersama-sama melakukan tugas yang ringan
Di antara kesalahan sebagian suami ialah, mereka menolak untuk melakukan sebagian tugas di rumah. Mereka mempunyai anggapan, jika melakukan tugas di rumah, berarti mengurangi kedudukannya, menurunkan atau menjatuhkan kewibawaannya di hadapan sang isteri. Pendapat ini tidak benar.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam melakukan tugas-tugas di rumah, seperti menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya dan melakukan tugas-tugas di rumah. (HR. Ahmad dalam Musnad dan Jami’ush Shaghir).
Terlebih lagi dalam keadaan darurat, seperti isteri sedang sakit setelah melahirkan. Terkadang isteri dalam keadaan repot, maka suami bisa meringankan beban isteri dengan memandikan anak atau menyuapi anak-anaknya. Hal ini di samping menyenangkan isteri, juga dapat menguatkan ikatan yang lebih erat lagi antara ayah dan anak-anaknya.
Ketujuh, Ucapan yang baik
Kalimat yang baik adalah kalimat-kalimat yang menyenangkan. Hendaklah menghindari kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan. Seorang suami yang menegur isterinya karena tidak berhias, tidak mempercantik diri dengan celak dimata, misalnya, harus dengan ucapa yang baik.
Nasihat untuk akhwat yg sudah berkeluarga atau ibu-ibu: Hendaknya wanita mempercantik diri dan berhias untuk suaminya. Yang terjadi pada umumnya malah sebaliknya, berdandan dan mempercantik diri kalau mau keluar rumah, atau kalau ada walimah, misalnya. Sedangkan di rumah, ia enggan mempercantik diri dan tampil seadanya. Padahal berdandan dan mempercantik diri untuk keluar rumah hukumnya haram. Hal ini termasuk kategori Tabarruj yang sangat dilarang dalam Islam.
Misalnya dengan perkataan “Dik, kenapa kamu tidak pakai celak?” Isteri menjawab dengan kalimat yang menyenangkan: “Kalau aku pakai celak, mataku akan terganggu saat melihat wajahmu”. Perkataan yang demikian menunjukkan ungkapan perasaan cinta isteri kepada suami. Ketika ditegur, ia menjawab dengan kalimat yang menyenangkan.
Berbeda dengan kasus lain. Saat suami isteri berjalan-jalan di bawah bulan pernama, misalnya, suami bertanya: ”Dik, tahukah kau bulan purnama di atas?” Mendengar pertanyaan ini, sang isteri menjawab: ”Apa kamu kira aku buta?”
Kedelapan, Perlu berekreasi berdua tanpa membawa anak
Rutinitas pekerjaan suami di luar rumah dan pekerjaan isteri di rumah membuat suasana menjadi keruh. Sekali-kali diperlukan suasana lain dengan cara pergi berdua tanpa membawa anak. Hal ini sangat penting, karena bisa memperbaharui cinta suami isteri. Kita mempunyai anak, lantas bagaimana caranya? Ini memang sebuah problem. Namun kita harus mencari solusinya, jangan menyerah begitu saja.
Bukan berarti setelah mempunyai anak banyak tidak bisa pergi berdua. Tidak! kita bisa meminta tolong kepada saudara, kerabat ataupun tetangga untuk menjaga anak-anak, lalu kita dapat pergi bersilaturahmi atau belanja ke toko dan lain sebagainya. Kemudian pada kesempatan lainnya, kita pergi berekreasi membawa isteri dan anak-anak.
Kesembilan, Hendaklah memiliki rasa empati pada pasangannya
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Perumpamaan kaum mukminan antara satu dengan yang lainnya itu seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam.” (HR. Muslim)
Ini berlaku secara umum kepada semua kaum muslimin. Rasa empati harus ada. Yaitu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, termasuk kepada isteri atau suami. Jangan sampai suami sakit, terbaring ditempat tidur, isteri tertawa-tawa di sampingnya, bergurau, bercanda. Begitu pula sebaliknya, jangan sampai karena kesibukan, suami kemudian kurang merasakan apa yang dirasakan oleh isteri.
Kesepuluh, Perlu adanya keterbukaan
Keterbukaan antara suami dan isteri sangat penting. Di antara problem yang timbul di keluarga, lantaran antara suami dan isteri masing-masing menutup diri, tidak terbuka menyampaikan problemnya kepada pasangannya. Yang akhirnya kian menumpuk. Pada gilirannya menjadi lebih besar, sampai akhirnya meledak.
Inilah sepuluh tips untuk merekatkan hubungan suami isteri, sehingga biduk rumah tangga tetap harmonis dan tentram. Semoga bermanfaat, menjadi bekal keharmonisan keluarga.
Dikutip dari Majalah As Sunnah Edisi Khusus 7&8 Thn IX/1426H/2005M
2 comments October 23rd, 2008
Berdoa Pada Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadhan Allah SWT menjawab doa orang-orang muslim yang berpuasa sejak terbit fajar hingga ia berbuka puasa. Rasulullah saw. bersabda: “Tiga kategori orang yang doa mereka tidak ditolak (oleh Allah SWT), orang yang berpuasa tatkala ia berbuka, Imam yang adil, dan doa orang yang dizhalimi. Allah mengangkat doa itu di atas awan & pint-pintu2 langit dibuka untuknya. Dan Allah Rabbul alamin berfirman: ‘Demi Kemuliaan dan KeagunganKu, niscaya aku akan menolongmu meskipun nanti”
Add comment September 21st, 2008
KHUSNUL KHOTIMAH
Tanda -Tanda Khusnul Khotimah
Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah itu adalah:
1. mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat
Rasulullah bersabda :”barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan “La ilaaha illallah” maka ia dimasukkan kedalam surga” (HR. Hakim)
2. ketika wafat dahinya berkeringat
Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,”Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)
3. wafat pada malam jum’at
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur” (HR. Ahmad)
4. mati syahid dalam medan perang
Mengenai hal ini Allah berfirman:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman” (Ali Imraan:169-171)
Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah bersabda:
“Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Seorang sahabat Rasulullah berkata: “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah dikuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah” (HR. an-Nasai)
catatan:
Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya”(HR. Imam Muslim dan al-Baihaqi)
5. mati dalam peperangan fisabilillah
Ada dua hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
1. Rasulullah bersabda:”Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya:Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid “(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)
2. Rasulullah bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga” (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)
6. mati disebabkan penyakit kolera.
Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai berikut:
1. Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:”Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: “Karena terserang penyakit kolera” ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)
2. Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;”Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid”(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)
8. mati karena tenggelam.
9. mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor.
Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
“Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah”
(HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)
10. perempuan yang meninggal karena melahirkan.
Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya :
“Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh” beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)”
(HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.
11. mati terbakar.
12. mati karena penyakit busung perut.
Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu’:
“Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid”
(HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu MAjah dan Ahmad)
13. mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).
Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
“Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah syahid”(HR.Thabrani)
14. mati karena mempertahankan harta dari perampok.
Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut:
1. “Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata:
“Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku” beliau menjawab: ‘jangan engkau berikan’ Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya? beliau menjawab; ia masuk neraka”(HR. Imam Muslim, an-Nasa’i dan Ahmad)
3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata :
“ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau menjawab: Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas”
(HR. An-Nasa’i, dan Ahmad)
15 dan 16 mati dalam membela agama dan jiwa.
Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:
1.”"Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang matimempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid”(HR. Abu Daud, an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)
2. “Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid”
(HR. An-Nasa’i)
17. mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah.
Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam :
1.”Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)”
(HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)
2. “setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur”
(HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)
18. orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal shaleh.
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’ dengan berharap akan keridhaan Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga”
(HR. Ahmad)
tammat walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid amin.
1 comment September 21st, 2008
Jalan-Jalan Ke Palembang
Alhamdulillah tanggal 18 juni kemarin saya dan suami berkesempatan jalan jalan ke palembang tempat saya dan keluarga menetap dulu semenjak saya kecil… Skalian mengunjungi orangtua yang masih bekerja disana dan juga mengajak suami yang belum pernah pergi ksana.. Naik pesawat lion air dengan jadwal penerbangan pukul 16.15.. Pesawat kami sempat di delay 45 menit, Setelah menunggu sejam akhirnya kami mendarat di bandara Syamsudin Noor Palembang pukul 18.00. Disana telah menunggu orangtua saya yang datang menjemput kami.. Setelah berapa tahun saya tidak datang kepalembang ada banyak perubahan dan kemajuan disana.. Salah satunya sekarang Mall bartambah dan jembatan musinya lebih ditata rapi agar pengunjung dapat menikmati sungai musi dengan lebih nyaman..
Sampai dipalembang makanan pertama yang kami makan adalah martabak har, makanan asli disana seperti martabak daging tetapi disana isi martabaknya bukan daging tetapi memakai telur dan makannya dengan kuah kari daging, nyam nyam uenak sekali hehe… Setelah makan dengan kenyang kami langsung pulang ke rumah.. Malamnya jam 3 malam suami saya tiba2 sakit muntah2 dan diare… Begitupun saya ikut diare juga.. Mungkin karena sebelumnya kami makan nasi yang lauknya pedes sekali… hehehe… Karena saya suka sekali masakan pedes tapi kalo udah sakit begini gk mau deh… Maklumlah saya dan suami ada penyakit maag jadi makan sambal sedikit langsung deh diare ato mules… Setelah suami merasa badannya enakan barulah kami jalan jalan keliling Palembang melihat Sungai Musi dan mengambil foto disana.. Terus wisata kuliner deh disana kami makan nasi minyak, mpek mpek, celimpungan… Pokoknya smuanya makanan dicoba deh heehehe… Makanya yang belum ksana datang aja ke palembang dijamin gemuk deh disana… hehehe…. Setelah seminggu disana hari selasa tanggal 24 juni kemarin kami kembali kejakarta bersama kedua orangtua saya yang ikut kejakarta… Sampai deh kami dijakarta membawa oleh2 krupuk dan mpek2 untuk teman teman dijakarta…
3 comments June 25th, 2008
Menunggu Suami Dkantin UI Depok
Alhamdulillah seminggu ini suami ambil cuti dari kantornya, Tadinya cuti itu ingin dpakai untuk jalan2 kepalembang mengunjungi orangtua, skalian untuk merayakan hari pernikahan kami yang ke 2 tahun tanggal 16 april ini..Tapi akhirnya kami memutuskan cuti ini dpakai saja untuk menyelesaikan skripsi suami krn kemarin skripsinya masih harus ada yg diperbaiki..dari kemarin kita datang bolak balik ke UI dan saya menemaninya..saat suami sedang bertemu dosen untuk bimbingan, saya kadang dkantin menunggunya dan menu utama yang sudah pasti saya pesan adalah jus stawberry dan bakwan salah satu makanan kesukaan saya,nyam nyam enaknya reeekk, wah jadi lupa diet nih,hehehee..lho kok jadi cerita tentang makanan ya,hehe..yang pasti v doakan untuk suamiku tersayang smoga skripsinya dberikan kemudahan dan kelancaran dalam pengerjaannya,amin
..
2 comments April 15th, 2008
Kerja Malam Oh Kerja Malam…
Setelah menikah beberapa bulan, suami dipindahkan kebagian managed service..dibagian itu ternyata kerja suami shift shift an….ketika suami mengabarkannya saya sempet sedih banget karena shift shift an itu ada kerja malamnya dan baru pulang pagi…jadi shift itu dibagi 3; pagi dari jam 6 - 2 siang, siang jm 2 - 10 malam dan jam 10 malam sampai jam 6 pagi…saat itu perasaan saya campur aduk sedih,takut sendirian dirumah, terus kacian suami pasti gak tidur semaleman,hik hik..sempat saya menelepon temen saya untuk curhat..dia sampe kaget mendengarkan saya menangis tersedu sedu ditelepon…hehehe jadi malu kalo mengingatnya…malam itu terasa sangat berat…malam itu adalah malam pertama suami saya dines malam…tak henti hentinya saya menangis kok pagi lama amat ya ucap saya dalam hati…saya kangen sama suami…saya coba memejamkan mata biar bisa tidur tp mata sulit sekali untuk terpejam…saya malah menangis dan menangis terus sampe2 besoknya mata saya bengkak deh…hehehe..tadinya saya tidak bisa menerima dengan kondisi kerja suami yang waktu kerjanya shift shift an seperti itu tapi pada akhirnya pelan-pelan saya bisa juga menerima kondisi ini…ya akhirnya terbiasa juga,hehehe…kalo malam2 suami dines malam, untuk menemani saya, saya selalu memutar cd ngaji aja biar hati ini selalu tenang,tenang dan tenang…dan kadang kadang saya menulis puisi juga…salah satu nya ada di blog ini juga..
semangat terus ya sayang kerjanya…
sehat slalu….
dan smoga jadi ibadah..amin
doa vie selalu menyertaimu sayangku…
23 comments March 12th, 2008
Kado ulang tahun untuk suamiku
Suamiku tercinta…
Selamat ulang tahun ke 27 ya sayang…
Hari ini usiamu bertambah satu tahun…
Doaku akan slalu mengiringi dstiap langkahmu…
Malam ini kubuat serangkaian kata cinta ini untukmu…
Kekasih hatiku…
Taukah engkau kebahagiaanku adalah saat saat bersamamu…
Taukah engkau stiap waktu bersamamu adalah keindahan bagiku…
Taukah engkau tidak akan ada yg bisa mengalahkan cinta yg telah engkau berikan kepadaku..
Smua itu
sangat berarti untukku..
Smua itu
sangat berharga untukku..
Smua itu adalah anugerah terindah untukku…
Demi nama cinta kupersembahkan cinta ini lebih dari apapun ddunia ini…
Demi nama cinta kupersembahkan sedalam dalamnya hatiku…
cinta ini akan slalu aku berikan untukmu seumur hidupku sampai akhir nafasku aku akan slalu mengatakan aku sangat mencintaimu…
Sungguh Kumencintaimu karena Allah……
Sayangku…
Terimakasih slama ini sudah menerima segala kekuranganku…
Setiap hari kau berikan aku merasakan hangatnya cinta selayaknya matahari yg mengunjungi bumi dstiap pagi dan siang…
Setiap hari kau berikan sinar dhatiku seperti bintang dan rembulan yg slalu berpendar dlangit malam…
Engkaulah penjaga hatiku…
Engkaulah penyejuk jiwaku…
Engkaulah cintaku….
smoga kita selalu dalam RidhoNya dan selalu diberikan kebahagiaan dunia akhirat……Maafkan atas sgala kekuranganku slama ini…
Happy birthday ya honey…
Dbuat tgl 3 november 2007 pukul 24.00 malam
With Love
Your Wife
25 comments November 3rd, 2007
| Previous Posts |