Kupeluk ia dengan sepenuh-penuhnya rindu namun terobatikah rindu setelah itu…..
Kukecup bibirnya demi melepaskan tuntutan gejolak hati… namun ia justru semakin menjadi-jadi sepertinya kegelisahan jiwa tidak bisa terobati kecuali jika dua nyawa ini bertemu (dalam ikatan suci)
Ibnu Ar Rumi
Diambil dari “Dijalan Da’wah Aku Menikah”
March 20th, 2006 pada 3:06 am
waduuuhh…ikut stress neh…tapi seger lagi baca yg romantis2
mo dapet tambahan referensi Rumi gk?ajeng punya bukunya neh….
March 20th, 2006 pada 7:24 pm
Ass wr wb. Subhanallah. Barakallahu laka wabaraka Alaika wajamaa bainakuma fikhair. Selamat menempuh hidup baru yang kang iqbal
salam dari kami sekeluarga.
March 20th, 2006 pada 7:32 pm
Barakallahu laka wabaraka alaika wajamaa bainakuma fikhair. Selamat menempuh hidup baru kang iqbal.
wass
June 22nd, 2006 pada 10:59 pm
Assalamu’alaikum Akhi,
adakah yang bisa membantu diri ana ini dalam process menjelang pernikahan.
ana minta pesan-pesan ruhaniah untuk menambah ilmu yang sangat minim yang ana miliki tentang pernikahan ini.
regads,
Idham
Idham_prjw@yahoo.com
April 30th, 2007 pada 4:56 pm
saya suka dengan puisi anda. sangat bagus sekali. kalau saya minta tolong buatkan puisi untuk suami saya yang tanggal 9 nanti akan ulang tahun bisa nggak ya..
February 25th, 2008 pada 3:18 pm
[…] di ambil dari http://vie.iqbalir.com/journal/2006/03/dalam-ikatan-suci […]
February 28th, 2008 pada 9:56 pm
subhanallah bagus bgt puisinya
June 25th, 2008 pada 8:12 pm
duh romantis bgt ne
June 25th, 2008 pada 8:14 pm
duh pengen dong dibikinin puisi