Archive for March, 2006
Siapa Yang Tidak Rindu
Siapa Yang Tidak Rindu - Bidadari yang Cantik Jelita Menurut Pengabaran Al-Qur’an
Allah telah memberikan sifat-sifat terindah kepada bidadari-bidadari surga. Mereka diberi pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu.
Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, “Saya berkata,’Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab,“Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi,“Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.”(Al-Waqi’ah:23)
Beliau menjawab,“Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi,“Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman :70)
Beliau menjawab,“Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Saya berkata lagi,“Jelaskan padaku firman Allah, “seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shafat:49)
Beliau menjawab,“Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah :37)
Beliau menjawab,“Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli ?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari bermata jeli, seperti apa yang tampak daripada yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya kulit bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kunigan, sanggulnya mutiara dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’.”
Saya berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantar kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka masuk surga pula. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab,“Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata,’Wahai Rabbku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
(disebutkan dalam catatan kaki buku Raudhatul Muhibbin (terbitan darul falah), halaman 201 :”Pengarang (Ibnul Qoyyim) menyebutkan hadits ini di dalam bukunya Hadil Arwah. Di sana dia memberi catatan : Sulaiman bin Abu Karamah menyendiri dalam riwayat ini. Abu Hatim menganggapnya dha’if. Menurut Ibnu Ady, mayoritas hadits-haditsnya adalah mungkar dan saya tidak melihat orang-orang dahulu membicarakannya. Kemudian dia menyebutkan hadits ini dari jalannya seraya berkata, “Hanya sanad inilah yang diketahui..”
Allah mensifati wanita-wanita penghuni surga sebagai kawa’ib, jama’ dari ka’ib yang artinya gadis-gadis remaja. Payudaranya sudah tumbuh sempurna, bentuknya bulat dan tidak menggelantung ke bawah. Yang seperti ini merupakan bentuk wanita yang paling indah dan pas untuk gadis-gadis remaja. Allah mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari, karena kulit mereka yang indah dan putih bersih. Aisyah Radhiallahu anha pernah berkata, “warna putih adalah separoh keindahan.” Bangsa Arab biasa menyanjung wanita dengan warna putih. Seorang penyair berkata,
Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut
Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat
Al-’In jama’ dari aina’, artinya wanita yang matanya lebar, yang berwarna hitam sangat hitam, dan yang berwarna putih sangat putih, bulu matanya panjang dan hitam. Allah mensifati mereka sebagai bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik, yaitu wanita yang menghimpun semua pesona lahir dan batin. Ciptaan dan akhlaknya sempurna, akhlaknya baik dan wajahnya cantk menawan. Allah juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang suci. Firman-Nya,
“Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci.” (Al-Baqarah:25)
Artinya. mereka suci, tidak pernah haid, tidak buang air kecil dan besar serta tidak kentut. Mereka tidak diusik dengan urusan-urusan wanita yang menggangu seperti yang terjadi di dunia. Batin mereka juga suci, tidak cemburu, tidak menyakiti dan tidak jahat. Allah juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang dipingit di dalam rumah. Artinya mereka hanya berhias dan bersolek untuk suaminya. Bahkan mereka tidak pernah keluar dari rumah suaminya, tidak melayani kecuali suaminya. Allah juga mensifati mereka sebagai wanita-wanita yang tidak liar pandangannya. Sifat ini lebih sempurna lagi. Oleh karena itu bidadari yang seperti ini diperuntukkan bagi para penghuni dua surga yang tertinggi. Diantara wanita memang ada yang tidak mau memandang suaminya dengan pandangan yang liar, karena cinta dan keridhaanyya, dan dia juga tidak mau memamndang kepada laki-laki selain suaminya, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair,
Ku tak mau pandanganmu liar ke sekitar
jika kau ingin cinta kita selalu mekar
Di samping keadaan mereka yang dipingit di dalam rumah dan tidak liar pandangannnya, mereka juga merupakan wanita-wanita gadis, bergairah penuh cinta dan sebaya umurnya. Hal ini menunjukkan kenikmatan bercinta dan bersetubuh dengan perawan daripada bersetubuh dengan wanita janda.
Aisyah Radhiallahu anha, pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallau Alaihi wa Sallam, “Wahai rasulullah, andaikata engkau melewati rerumputan yang pernah dijadikan tempat menggembala dan rerumputan yang belum pernah dijadikan tempat menggambala, maka dimanakah engkau menempatkan onta gembalamu?”
Beliau menjawab,“Di tempat yang belum dijadikan tempat gembalaan.”(Ditakhrij Muslim)
Dengan kata lain, beliau tidak pernah menikahi perawan selain dari Aisyah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Jabir yang menikahi seorang janda, “Mengapa tidak engkau nikahi wanita gadis agar engkau bisa mencandainya dan ia pun mencandaimu?” (Diriwayatkan Asy-Syaikhany)
Jika ada yang berkata, “kenikmatan itu justru tidak begitu terasa nikmat saat mengadakan hubungan pertama kali bagi perawan, yang berbeda dengan wanita janda.” Hal ini bisa dijawab sebagai berikut :
Pertama, yang dimaksudkan kenikmatan bersetubuh dengan perawan ialah karena wanita perawan belum pernah merasakannya dengan lelaki lain sebelumnya, sehingga cintanya lebih tertanam di dalam hati dan dapat menjaga kelanggengan hubungan, Ini ditilik dari keadaan wanita. Jika ditilik dari keadaan suami, maka ia merasa mendapat kebun yang masih asli, tidak pernah dijamah orang lain sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan pengertian ini di dalam firmanNya,
“Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Ar-Rahman:74)
Setelah itu kenikmatan persetubuhan masih tetap terasa seperti keadaan yang masih perawan.
Kedua, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat, bahwa setiap kali penghuni surga menyetubuhi seorang wanita dalam keadaan perawan, maka wanita itu kembali menjadi perawan seperti keadaan sebelumya. Jadi, setiap kali dia menyetubuhinya, maka wanita itu tetap dalam keadaan sebelumnya. Jadi, setiap kali dia menyetubuhinya, maka wanita itu tetap dalam keadaan perawan.
Sifat bidadari penghuni surga yang lain adalah Al-’Urub, jama’ dari al-arub, artinya mencerminkan rupa yang lemah lembut, sikap yang luwes, perlakuan yang baik terhadap suami dan penuh cinta. Ucapan, tingkah laku dan gerak-geriknya serba halus.
Al-Bukhary berkata di dalam Shahihnya, “Al-’Urub, jama’ dari tirbin. Jika dikatakan, Fulan tirbiyyun”, artinya Fulan berumur sebagai dengan orang yang dimaksudkan. Jadi mereka itu sebaya umurnya, sama-sama masih muda, tidak terlalu muda dan tidak pula tua. Usia mereka adalah usia remaja. Allah menyerupakan mereka dengan mutiara yang terpendam, dengan telur yang terjaga, seperti Yaqut dan Marjan. Mutiara diambil kebeningan, kecemerlangan dan kehalusan sentuhannya. Putih telor yang tersembunyi, adalah sesuatu yang tidak pernah dipegang oleh tangan manusia, berwarna putih kekuning-kuningan. Berbeda dengan putih murni yang tidak ada warna kuning atau merehnya. Yaqut dan Marjan diambil keindahan warnanya dan kebeningannya.
[dinukil dari Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin (Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu), karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, terbitan Darul Falah]
***
Siapa Yang Tidak Rindu - Ketika Bidadari Turun Ke Bumi
Mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya.
Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya ?
Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah. Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?
Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu?
Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?
Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan riya. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangkan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.
Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdiannya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. “Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah”. (HR. Muslim). Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholihah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.
Ya Allah, jadikanlah aku orang yang senantiasa dikelilingi oleh bidadari bumi. Agar kelak di syurga aku tidak canggung lagi.
——————-
(Dinukil dari buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)
6 comments March 31st, 2006
Dalam Ikatan Suci
Kupeluk ia dengan sepenuh-penuhnya rindu namun terobatikah rindu setelah itu…..
Kukecup bibirnya demi melepaskan tuntutan gejolak hati… namun ia justru semakin menjadi-jadi sepertinya kegelisahan jiwa tidak bisa terobati kecuali jika dua nyawa ini bertemu (dalam ikatan suci)
Ibnu Ar Rumi
Diambil dari “Dijalan Da’wah Aku Menikah”
9 comments March 19th, 2006
Dia pilihanku
Kesediaan seorang wanita untuk hidup bersama dengan seorang lelaki meninggalkan orang tuanya dan keluarga yang membesarkannya dan mengganti semua itu dengan penuh kerelaan untuk hidup bersama lelaki asing yang menjadi suaminya serta bersedia membuka tabir rahasia yang paling dalam, semua itu sungguh mustahil kecuali jika ia merasa benar-benar yakin bahwa kebahagiaan nya bersama suaminya akan lebih besar dibanding kebahagiannya bersama ibu bapak dan pembelaan suami tidak lebih sedikit dibandingkan dari pembelaan saudara-saudara sekandungnya… baginya lelaki itu adalah anugrah terindah yang Allah berikan padanya yang bisa membuatnya menjadi wanita yang paling bahagia didunia ini dan akhirat nanti…
2 comments March 19th, 2006
Peta Updated
Assalammu’alaykum wr wb.
Kami bermaksud ingin memudahkan rekan-rekan dalam menghadiri acara kami, maka kami telah membuat peta yang lebih mudah untuk dibaca. Rekan-rekan dapat mendownloadnya disini.
Demikian update petanya, semoga diberikan kemudahan…
Wassalammu’alaykum wr wb.
1 comment March 18th, 2006
Doa Cinta Sang Pengantin
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.
Hari ini ( tgl 16 April 2006 ) dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaa…Allah teladan yang baik bagi manusia.
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami dan ampunilah kami.
Vie & Iqbal
Source: Unknown
72 comments March 14th, 2006
Undangan Walimatul Ursy
( Lutvi )
( Iqbal )
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.
Pukul : 10.00 - 14.00 WIB
Bertempat di : Gedung DAPENPOS Jl. P.H.H. Mustofa no.33A Bandung
Lampiran:
Undangan Halaman 1
Undangan Halaman 2
Undangan Halaman 3
Undangan Halaman 4
Undangan Halaman 5
Undangan Halaman 6 (Download Peta Lokasi (500 KB))








21 comments March 13th, 2006
Bicara Tentang

Nama lengkapnya adalah Iqbal Irwansyah, dilahirkan di Jakarta, 25 tahun silam. Masa kecil hidup bersama dengan orang tua dan keluarga di Jakarta sampai sekarang. Iqbal, begitu ia biasa dipanggil, lulus dari Sekolah Menengah Umum (SMU) 62 Kramat Jati kemudian melanjutkan ke Politeknik Negeri Jakarta (Poltek UI) sejak tahun 1999 dengan mengambil Teknik Telekomunikasi sebagai bidang studi pilihannya.
Iqbal mempunyai beberapa kegemaran, salah satu diantaranya adalah traveling, webdesign (bisanya hanya sedikit saja, tak terlalu handal
) dan online di internet.
Semasa kuliah, Ia biasa aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi kampus. Pernah mendapatkan amanah sebagai Ketua Dept Kemahasiswaan BEM PNJ, Ketua Divisi Dana dan Usaha UKM Fikri PNJ, dan sempat juga menjadi pengurus dalam organisasi kampus lainnya seperti Koperasi Mahasiswa (KOPMA), Himpunan Mahasiswa Elektro (HME).
Kesibukannya saat ini adalah bekerja pada salah satu vendor perusahaan Telekomunikasi dan melanjutkan pendidikan pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Wanita dengan nama lengkap Lutviana Cassandra, dilahirkan di Jakarta, 25 tahun silam adalah anak kedua dari empat bersaudara. Lutviana biasa dipanggil Lutvi, mba Wie atau Vie. Ia merupakan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya. Ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Palembang (Sum-Sel) sampai akhirnya lulus pada tahun 1998 dari Sekolah Menengah Umum Bina Warga masih di kota Palembang. Setelah lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi pada Universitas Padjajaran (Bandung) pada jurusan Sastra Jepang. Pendidikan yang diambilnya hanya dijalani sampai tahun 2000, karena ternyata ia menemukan jurusan lain yang lebih membuatnya tertarik yaitu Jurusan Keuangan masih pada Universitas yang sama. Akhirnya ia berganti jurusan ke Administrasi Keuangan sampai akhirnya lulus pada tahun 2003. Kemudian melanjutkan ke program Ekstensi Jurusan Administrasi Bisnis sampai akhirnya lulus tahun 2006.
Vie biasa menjadikan “Dekatlah selalu dengan Allah agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat” sebagai motto hidupnya. Selain itu, Vie juga memiliki hobby diantaranya adalah membaca, memasak, bertukar fikiran, jalan-jalan tadabur alam, dan mendengarkan nasyid. Selain itu, wanita yang suka dengan warna biru ini ternyata juga suka dengan makanan yang pedas-pedas.
Semasa di kampus, ia biasa ikut dalam berbagai kegiatan dan aktifitasnya kampus. Beberapa diantaranya adalah Anggota komisi III bidang Rancangan dan Anggaran Rumah Tangga Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Ekstensi FISIP Unpad, Bendahara Umum Keluarga Mahasiswa Daarut Tauhid (GAMADA) Bandung dan berbagai kegiatan kepartaian lainnya.
11 comments March 12th, 2006